Pagi Matahariku

Never BE (The unfinished Story)

Chapter I

menyukai adalah pelajaran pertamaku

Saat itu aku duduk dikelas 4 sd karang anyar II , neglasari Tangerang umurku kurang lebih baru 9 tahun. Kata guruku aku termasuk murid yang pintar karena aku selalu masuk dalam 5 besar dikelas, dan prestasi ini semua bermula dari ibu wali kelasku .

Wali kelas yang sekaligus guru bahasa inggrisku ialways-smileni memang sosok yang cantik, seksi dan tomboy, dengan gaya rambutnya yang pendek seperti gaya rambutnya BCL saat ini membuat guru bahsa inggrisku ini sangat enak dipandang.. (emangnya pajangan…hehehe) dan menjadi idola teman-teman sekelasku (sebut saja Ibu Yuli).

Aku mulai menyukai hari kamis! Ga tau kenapa.. hehehe… setiap hari kamis semua langit tampak cerah walaupun hujan sedang turun.. ohh sungguh indahnya… hujan tak menyurutkan niatku untuk datang kesekolah karena hari ini hari kamis (horee)… hari ini ibu Yuli mengajar mata pelajaran bahasa Inggris, entah mengapa walaupun semangat langkahku seolah menjadi sangat berat jika waktu masih menunjukkan jam 7 pagi, namun jika sudah melewati jam 7 pagi maka langkahku kembali terasa ringan … hmmm aneh! (biarin!.hehehe).

Semua ini tentu ada penyebabnya.. hal ini memang sengaja aku lakukan mengingat ibu Yuli walaupun cantik dan seksi ia juga terkenal dengan disiplinnya serta si “Ratu cubit… “ yah!.. inilah yang membuat langkahku terasa berat jika masih jam 7 pagi… lho kok bisa? Mungkin pertanyaan ini yang akan muncul … ya! Dengan memperlambat langkahku maka kesempatanku untuk terlambat masuk kelas akan sangat besar,, nah dengan begitu aku bisa merasakan cubitannya bu Yuli, karena bagiku dicubit bu Yuli adalah hal yang mesra (lemes-lemes terasa..hihihi ) indah dan .. ahh sulit untuk dijelaskan ….. pokoknya indah deh…

Akhirnya aku tiba didepan kelas.. dengan langkah pede kumemasuki ruang kelas karena aku yakin aku akan disentuh oleh bu Yuli (skalipun dicubit) karena terlambat .. yah minimal dijewer kuping.. lumayankan “pikirku”, namun hari kamis ini beda tanpa omelan berarti apalagi disentuh .. bu Yuli dengan muka datar menatapku dan bilang “ Rif masuk!” lalu seketika membuang tatapnya seolah-olah aku ga ada (owwhh). Hmmmm ada apa yah dengan Ibu Yuli??.

Keadaan Bu Yuli dalam mengajar yang tak seceria dan secerewet minggu minggu sebelumnya membuat ku bertanya-tanya?? Pastinya bukan hal yang neko neko yang dapat dipikirkan oleh anak 9 tahun… iya ga?

Walaupun demikian ku harus tetap semangat belajar.. ya semangat belajar…!

dikala itu bahasa inggris adalah pelajaran yang tak disukai hampir 80 persen siswa dikelasku namun tidak demikan untukku justru sebaliknya bahasa inggris ternyata menjadi pelajaran yang menyenangkan jika kita mulai menyukai gurunya terlebih dahulu terlepas apakah ini terlihat sopan atau tidak “jika murid menyukai gurunya, biar suka juga dengan peajarannya” tentunya semua dikembalikan kepada opini pribadi masing-masing.

Peristiwa inilah yang membuatku sadar bahwa aku baru saja belajar.. “belajar menyukai”!.. dan menyukai adalah adalah pelajaran pertamaku.. entah ini murni pendidikan, motivasi belajar atau bahkan cinta??? Apalah !, namun dengan begini nilai Bahasa inggris dari cawu 1, 2 dan 3 di Raporku selalu 8 ,9 dan 9.. Pintarkan aku.. hehehe

bersambung…..Chapter II OH Guru Bahasa Inggrisku


Kembali

3 Tanggapan to "Never BE (The unfinished Story)"

a rant ceritanya lum yagh….

lanjutan na kapan mas rantau…..

good memories….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Yang Mampir

  • 45,121
%d blogger menyukai ini: