Pagi Matahariku

Agama Rentan Dalam Politik

Posted on: Selasa, Mei 19, 2009

1001 Issue Dunia – Rantauget

KOmpas.Com. Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama (HAK)-KWI, Romo Benny Susetyo, yang menjadi salah satu pembahas dalam acara tersebut, mempertanyakan mengapa agama begitu rentan dengan tafsir-tafsir yang membenarkan sehingga motif penyerangan AS ke Irak ada motif suci.

Menurut Romo Benny, ketika bush mengunjungi Paus Paulus II sebelum mengambil keputusan untuk menyerang Irak, Paus menolak keputusan Bush karena menurutnya, Bush menyalahgunakan agama untuk kepentingan politik tertentu, Paus juga melarang Bush untuk menyerang Irak karena dianggap tidak memahami kitab suci.

Romo mengatakan banyak kebijakan politik luar negeri Amerika tidak memahami kultur dan asal sehingga membawa negara adidaya itu terseret dalam sentimen-sentimen keagamaan seolah tugasnya suci dan mulia tetapi sebenarnya justru menghancurkan kemanusiaan, “Timbulnya teror dari politik luar negeri AS dari ketidakadilan atas masalah Timur Tengah, sehingga ada trauma di anak muda Palestina dan Afganistan, melihat bahwa Amerika menghancurkan kehidupan mereka,” kata Romo Benny.

Selain itu, dibalik semua terorisme itu karena Amerika terlalu memaksakan demokrasi sebagai model yang tidak memahami kultur masyarakat tertentu, sehingga akibat dari itu semua ketidaksiapan menghadapi demokrasi dalam globalisasi yang mengeksplotasi sumber daya alam, sehingga pihak yang kalah mengunakan terorisme sebagai pembelaan diri, tambahnya.

Yang menjadi perhatian Daulay adalah agar AS tidak mengulangi kebijakan menggunakan Agama dijadikan politik dalam kebijakan. dan juga sebagai peringatan bagi Indonesia.

“Di Indonesia juga hampir sama, kalau agama yang dijadikan alat politik akan mahal,  karena banyak orang tidak bersalah menjadi menjadi alasan pembenaran. Sehingga jutaan orang jadi korban di Irak dan Afganistan karena ambisi perang suci, dan ini terjadi terus menerus di dunia. Ambisi perang suci kerap kali membuat orang termotivasi,” tambah Romo.

Romo menambahkan, Bush lebih melihat motif agama dijadikan sebagai motif untuk membenarkan perang itu tapi sebenarnya penguasaan eksploitasi minyak lebih besar karena Bush juga memiliki saham terbesar dari perusahan minyak AS.

Oleh karena itu terjadi perselingkuhan antara kekuasaan dan pasar, motif itu harus dilihat bukan hanya dari keagamaan tapi juga dari motif ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Sekeretaris pertama kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Stanley Harsha, menyatakan, sebelum menjadi presiden AS Bush bertemu dengan pendeta Billy Graham, seorang ’evangelis’ terkenal,  seperti yang dilakukan hampir semua presiden AS sejak masa Presiden Dwight Eisenhower.

Menurut Stanley, secara psikologis orang Amerika memiliki jiwa “cowboy”. Bush memiliki pribadi yang sangat percaya diri dan keras kepala.  Bush begitu yakin kalau ia memiliki nasib untuk menjadi seorang presiden AS.

Secara pribadi Stanley menggangap terjadinya perang ini tidak jauh dari seorang yang keras kepala meskipun pintar, dia tidak bisa menerima orang yang berbeda pendapat dengan dia, termasuk wakil presiden ke-46, Richard Bruce Cheney.

Ada sesuatu yang masuk akal mengenai perang Irak, menurut Stanley, Sadam Husein sudah hampir menguasai negara sekitarnya dan hampir berhasil menjadi penguasa yang besar di Asia tengah, jika sudah berhasil menguasai itu semua akan sulit hingga akhirnya Amerika memutuskan untuk menghentikan itu semua sebelum terlambat.

Dalam memutuskan untuk melakukan perang Bush berfikir bahwa dirinya mendapat dukungan dari tuhan, tapi alasan utamanya bukan karena agama melainkan hasil pemikirannya sendiri.

Stanley juga menyetujui kesimpulan yang terdapat dalam buku karya Richard Daulay mengenai campur tangan AS di Irak yang paling dasar adalah “neokonservatisme”. (ANT)

Baca Juga : Tulisan Sebelumnya

1 Response to "Agama Rentan Dalam Politik"

aduh a…..kyna wal blog ne bertema cinta deh hihihhi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Yang Mampir

  • 45,121
%d blogger menyukai ini: