Pagi Matahariku

Mitos Gunung Slamet

Posted on: Sabtu, Mei 16, 2009

Tahukah Kamu – Rantauget

Kearifan lokal

Kompas.Com . Dalam perkembangannya, sistem kepercayaan masyarakat sekitar Gunung Slamet ini menciptakan kearifan-kearifan lokal untuk menjaga kelestarian alam Gunung Slamet. Tujuannya, agar sang penunggu gunung tidak marah, sehingga mengamuk dengan mengeluarkan material vulkaniknya.

Ketua Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden, Deskart Setyo Djatmiko, mengatakan, kuatnya kepercayaan lokal terhadap kekuatan supranatural Gunung Slamet ini yang membuat kelestarian hutan di Gunung Slamet hingga saat ini masih relatif terjaga. Hutan-hutan di lereng Slamet relatif masih terpelihara dengan baik dibanding kawasan pegunungan lain di Jawa seperti Gunung Merapi, Semeru, maupun Dieng.

Lingkungan alam yang masih relatif alami ini membuat Gunung Slamet sangat menantang untuk pendakian dan wisata petualangan. “Ketidakhati-hatian, saat memasuki kawasan ini sangat berbahaya. Banyak kasus pendaki tersesat atau meninggal dunia dalam pendakian,” ujar Djatmiko.

Samsuri (81), juru kunci Gunung Slamet, mengatakan, Gunung Slamet adalah gunung yang wingit. Mendaki gunung ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Jiwa yang bersih adalah prasyarat utama sebelum mendaki, agar selamat. “Jangankan membawa barang curian, punya niat buruk saja, misalnya, mau mengambil benda-benda di gunung ini tanpa izin, bisa celaka. Selama puluhan tahun menjadi juru kunci di gunung ini, banyak kejadian seperti itu,” tutur Samsuri yang akrab dipanggil Mbah Samsuri oleh warga sekitar.

Orang tak boleh berbuat sembarangan, seperti menebang pohon atau memakai mata air tanpa izin. Ada tujuh “penunggu” gunung ini yang diyakini masyarakat sekitar, yakni Mbah Renti, Mbah Atas Angin, Mbah Tapak Angin, Mbah Semput, Mbah Brantayuda, Mbah Sapujagat, dan Mbah Raga. Jika melakukan sesuatu di gunung ini, harus seizin mereka dan tak melampaui batas.

8 Tanggapan to "Mitos Gunung Slamet"

Allah menciptakan jin dan manusia’
Hutan dan Laut adalah tempat terbesarnya para jin.. diantara tempat2 lain disekitar kita
jd berhati-hatilah!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Yang Mampir

  • 45,121
%d blogger menyukai ini: