Pagi Matahariku

Alih Fungsi Hutan

Posted on: Sabtu, Mei 16, 2009

kabar sweeru – Rantauget

 

KOmpas.Com Namun, alam Gunung Slamet pun tak benar-benar tak tersentuh dari tangan-tangan jahil. Desakan ekonomi sedikit demi sedikit mulai mengubah sebagian bentang alam di gunung ini dari hutan lindung menjadi hamparan ladang sayuran. Ini seperti terlihat di bagian timur dan utara Gunung Slamet. Ladang sayuran, bahkan, menggerus kawasan lindung terlarang.

Akibatnya, dari sekitar 75 sumber air yang bersumber dari Gunung Slamet menuju wilayah Purbalingga, sekitar 30 persen terancam mati. Kawasan Pemangkuan Hutan Perhutani Banyumas Timur, memprediksi, alih fungsi lahan yang tak terkendali di lereng Slamet itu mengancam keberadaan 19 tempat wisata air di Purbalingga.

Ketua Mahardika Centre Purbalingga, Heru Hariyanto mengungkapkan, ada 1.126 hektar lahan hutan lindung dan hutan produksi di lereng Gunung Slamet kini telah beralih fungsi menjadi lahan sa yur. Kerusakan lingkungan di kawasan hulu itu memicu terjadinya bencana banjir dan longsor di Purbalingga yang mengakibatkan 49,4 ha lahan padi rusak, dan 21,1 ha sawah siap tanam terendam hanya dalam kurun waktu dua bulan pertama tahun 2009. Selain itu, lima bendungan dan 330 meter saluran air irigasi persawahan hancur.

Kerugian terbesar adalah banjir di Kali Tajug di Desa Tajug, Kecamatan Karangmoncol awal Januari lalu. Banjir tersebut mengakibatkan rusaknya saluran irigasi persawahan sepanjang 10 meter, tanggul pengaman hancur, dan sawah siap tanam seluas 20 ha terendam sehingga tak dapat ditanami. Kerugian material dari kejadian tersebut mencapai Rp 814 juta.

Saat ini ada lima bendungan di Purbalingga yang kondisinya rusak parah akibat banjir, yaitu Bendungan Laban, Bendungan Sijati, Bendungan Klawing, Bendungan Suro, dan Bendungan Tajuk. Kerusakan terparah terjadi di Bendungan Sungai Laban di Laban, Kecamatan Karanganyar, dan Bendungan Sungai Klawing, Banjarsari, Kecamatan Bobotsari. Dua bendungan itu sama sekali tak berfungsi.

Belum usai perbaikan atas infrastruktur yang rusak akibat banjir itu, Gunung Slamet berteriak. Sejak tanggal 16 April lalu, letusan-letusan kecil terjadi di kawah gunung ini. Aktivitas vulkanik ini dari waktu ke waktu terus meningkat. Ini merupakan peningkatan aktivitas vulkanik terbesar sejak letusan tahun 1988.

Barangkali, fenomena alam Gunung Slamet ini adalah peringatan mulai lalainya masyarakat sekitar menjaga keseimbangan alamnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Yang Mampir

  • 45,121
%d blogger menyukai ini: