Pagi Matahariku

Masyarakat lalai, Gunung Slamet siap berteriak

Posted on: Jumat, April 24, 2009

Kabar Sweeru – Rantauget

gunung-slametKOMPAS.com- SETELAH sekian lama tidur, Gunung Slamet kembali membahana. Meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tertinggi kedua di Jawa itu seolah mengingatkan bahwa alam pun memiliki dunia pikir dan tindak terkait hubungan mereka dengan kehidupan manusia di sekitarnya. Sebuah dunia yang semestinya dimaknai positif agar manusia kembali sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Gunung Slamet merupakan gunung api dengan bentang terluas di Jawa. Berdiri kokoh di empat wilayah kabupaten di Jawa Tengah bagian barat, yakni Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Tegal, gunung ini mempunyai posisi yang sangat penting secara kosmologis, geografis, budaya, sosial, ekonomi, hingga historis bagi wilayah-wilayah di sekitarnya.

Dari gunung setinggi 3.432 meter di atas perm ukaan laut itu bermula ratusan, bahkan ribuan sumber air yang bermanfaat bagi kehidupan di bawahnya. Ribuan sumber air inilah yang menghubungkan Slamet dengan simbol kosmologi lain masyarakat di bawahnya, yakni bengawan dan laut.

Ke arah selatan, Gunung Slamet dihadapkan secara alam dengan Sungai Serayu yang berkelok laksana ular raksasa dan mengalir ke laut selatan, Samudera Indonesia. Hubungan keduanya bak sintesa dan antitesa yang saling memengaruhi. Hubungan yang berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia di sekitarnya.

Ke arah utara, Gunung Slamet berhadapan dengan wilayah pantai utara. Hampir semua anak sungai yang mengalir melalui Tegal dan Brebes menuju pantai utara bersumber dari Gunung Slamet.

Pada sumber-sumber air inilah beraneka macam kehidupan dan penghidupan manusia di lereng Slamet hingga yang jauh di ujung muara bergantung seperti irigasi persawahan, air bersih, peternakan, perikanan darat, hingga pariwisata.

Bukan hanya di zaman modern, sejak zaman purba ketergantungan terhadap alam Slamet ini sudah terjadi. Perasaan masyarakat setempat dan peran yang ada pada gunungnya dalam sistim kepercayaan dan kehidupan masyarakat pun memengaruhi cara pandang mereka memahami alam sekitarnya.

Orang sekitar pun percaya gunung ini adalah tempat sakral dan didiami oleh makhluk halus, roh-roh leluhur, atau dewa. Kosmologi semacam itu menempatkan Slamet pada posisi yang sangat penting dalam penciptaan keseimbangan alam. Dan, gunung menjadi kosmos hidup yang memiliki daya magis besar.

Daya magis Slamet ini pula yang konon membuat pasukan Majapahit senantiasa menghindari melalui wilayah kaki gunung Slamet untuk menembus batas wilayah Pajajaran di masa jayanya dulu. Konon, di zaman itu, Gunung Slamet banyak dihuni para pendeta Bhairawa, sekte dalam ajaran Hindu yang memuja Durga. Jin, setan, dhemit, pripayangan, dipercayai banyak bersemayam di wilayah sekitar gunung di atas Kadipaten Pasirluhur ini dulunya.

Orang Majapahit lebih memilih lewar Caruban Larang (kini Cirebon dan Brebes) di utara atau Kabumian (Kebumen) di selatan. Tak pelak, Banyumas dan Purbalingga pun menjadi wilayah mancanegara bagi Majapahit dan Pajajaran karena tak tersentuh.

Hal ini berdampak kepada tumbuh berkembangnya budaya khas masyarakat Jawa di lereng Gunung Slamet yang berbeda dengan Jawa mainstream, seperti dialek ngapak, karakter masyarakatnya yang terbuka atau blakasuta, hingga kesenian tradisional yang tak ditemukan di Jawa bagian timur.

baca juga : Selengkapnya
ALih fungsi Hutan
Mitos Gunung Slamet

2 Tanggapan to "Masyarakat lalai, Gunung Slamet siap berteriak"

Aduih….
Saya sebagai masyarakat banyumas tepatnya yang tinggal di lereng gunung merasa prihatin terhadap kondisi ini….
Terutama perilaku masyarakat sekitar gunung yang mengganggap itu sebagai tontonan….
Kami sebagai warga pelajar / sekolah menghimbau supaya masyarakat berdoa agar tidak terjadi hal – hal yang tidak didinginkan …

Brshbtlah dg alam..gar alam lbih brsahabat dg kita..krna alam adalh..sumber polusi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Yang Mampir

  • 45,121
%d blogger menyukai ini: