Pagi Matahariku

Cinta Dimata injil

Posted on: Jumat, April 17, 2009

Pesan Cinta-Rantauget

Yesus mengatakan kepada para muridNya “Tiada cinta yang lebih besar daripada dia yang memberikan nyawanya kepada para sahabatnya…”

Lalu apa yang dikatakan Yesus tentang dua hal yang kita angkat di atas? Mari kita kembali ke teks Yoh 15, 13 “Tiada cinta yang lebih besar daripada dia yang memberikan nyawanya kepada para sahabatnya…” Ada beberapa hal yang ingin kita refleksikan dari ayat ini yakni memberikan, nyawa dan para sahabat. Pertama, cinta itu aktivitas memberi. Kalau seorang mencintai orang miskin, tidak mungkin hanya membayang-bayang saja, sebab kalau demikian, itu bukan cinta namanya. Lalu aktivitas apa? Menurut Yesus aktivitas cinta adalah aktivitas memberi. Cinta itu menjadi konkret kalau kita memberikan sesuatu kepada orang lain. Cinta tidak bisa “mbatin saja.” Dia harus diungkapkan keluar. Kedua, cinta itu memberikan nyawa. Nyawa adalah sesuatu yang paling berharga yang pernah kita miliki. Nyawa dalam pengertian ini adalah hidup itu sendiri. Cinta itu adalah aktivitas memberikan apa yang paling berharga, yang paling bernilai, yang terbaik. Memberikan nyawa artinya memberikan segala-galanya. Apa bedanya kalau kita memberi mobil, cincin, emas, dll? Bedanya ialah jika memberikan nyawa itu memberikan semuanya sedemikian rupa sampai orang tidak mungkin lagi menikmati balasannya. Kalau kita dengan tulus memberikan hidup kita kepada orang lain, itu berarti tidak lagi memberi kesempatan orang lain untuk merespon. Orang mau balas atau tidak, bukanlah persoalannya. Jadi memberikan nyawa adalah aktivitas cinta yang tuntas. Ini jugalah yang dilakukan Yesus kepada manusia yaitu dia memberikan nyawaNya demi cinta. Ketiga, cinta yang sejati adalah memberikan nyawa kepada sahabatnya. Kepada sahabat artinya kepada dia yang dengannya saya sungguh terlibat, seperasaan dan sehati. Dalam konteks yang lebih luas, memberikan naywa kepada sahabat adalah memberikan seluruh diri kita, perhatian kita kepada mereka yang menderita, yang miskin, yang terkena bencana. Memberikan nyawa kepada orang lain tidak saja dimengerti mengorbankan hidup kita sampai dibunuh atau apalah namanya, tetapi memberikan nyawa bisa juga berjuang bersama sesama kita yang mengalami kesesusahan, kita menjadi senasip dengan mereka. dan harus diingat juga, bahwa tidak semua pemberian nyawa adalah tanda cinta. Motivasi atau alasannya sangat menentukan di sini. Mari kita membagi cinta kita kepada para sahabat kita, siapapun mereka.

sumber :WWW.CARMELIA.NET

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Yang Mampir

  • 37,939
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: